Click here for Myspace Layouts

Rabu, 02 Maret 2016

Pemasaran Hasil Produksi Ternak

I.  PENDAHULUAN

Usahatani dipedesaan biasanya dilakukan dengan lahan garapan yang sangat kecil dan modal yang terbatas serta penyediaan tenaga kerja keluarga yang musiman. Sehingga pendapatan usahatani harus diatur sesuai dengan keperluas rumah tangga dengan cara usahatani campuran,
Usahatani campuran dapat menyelamatkan hilangnya pendapatan karena kegagalan panen satu jenis usaha oleh penghasilan dari jenis usaha lainya.
Usahatani campuran juga menyebarkan resiko kehilangan sumber pendapatan dari kegiatan usahatani lainnya.
Memelihara ternak sejak dahulu terbukti sangat membantu usaha tanaman pangan, selain pupuk kandang yang bermanfaat untuk tanaman, ternak juga memanfaatkan hijauan sisa hasil tanaman.
Kambing dan domba merupakan jenis ternak yang sangat cocok bagi usahatani berlahan sempit. Resiko kematian yang lebih kecil dibanding ternak besar, karena dengan modal ang sama petani bisa memiliki kambing dan domba dalam jumlah yang lebih banyak bila dibanding ternak besar.
Ternak kambing dan domba dapat menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan, mudah dipelihara, dapat dijual setiap saat, lebih cepat berkembang biak dibanding ternak besar, dapat memanfaatkan hampir semua jenis hijauan dan sisa pertanian, modal untuk kandang dan ongkos pemeliharaan yang lebih rendah.

II.  MENINGKATKAN KEUNTUNGAN USAHA

Mengenal dan mendalami suatu jenis usaha yang sedang dijalankan biasanya akan memperbesar keuntungan, karena ongkos pemeliharaan dan harapan penjualan dapat diperhitungkan sebaik-baiknya.
Untuk meningkatkan keuntungan usaha harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Usahakan mencari berbagai kombinasi penggunaan jenis pakan untuk umur ternak yang berbeda sehingga ongkos makanan ternak dapat diperkecil, misalnya kombinasi jenis pakan pada setiap musim tanam dan penggunaan sisa hasil pertanian di musim panen merupakan cara terbaik untuk menekan ongkos pakan dan penyediaannya sepanjang tahun.
  2. usahakan untuk membuat catatan tentang pemeliharaan ternak dengan sederhana tapi bermanfaat tinggi, catatan yang paling penting dalam rangka mengurangi ongkos pemeliharaan misalnya : tanggal lahir ternak,  untuk menentukan kapan ternak harus disapih dan perkiraan kapan ternak dijual, tanggal perkwinan induk untuk memperkirakan kelahiran serta besarnya penggunaan uang tunai maupun pinjaman untuk biaya tetap maupun operasional pemeliharaan.
  3. sebaiknya juga disediakan catatan tentang penambahan dan pengurangan jumlah ternak pada waktu tertentu, misalnya : penambahan ternak dapat terjadi melalui kelahiran, pembelian, penerimaan paroan, pemberian. Sedangkan pengurangan dapat terjadi karena kematian, penjualan, membayar paroan, diberikan pada orang lain, atau dikonsumsi.
  4. penggunaan catatan produksi akan dapat mengatasi keragu-raguan dalam membuat keputusan, keputusan yang baik dan terencana biasanya mendatangkan manfaat yang besar.

III.  PENGATURAN PENJUALAN MELALUI PENGATURAN PRODUKSI

Memperhatikan rencana penjualan yang teratur merupakan salahsatu cara untuk meningkatkan penerimaan dari pemeliharaan kambing-domba secara teratur pula.
Pengaturan produksi dapat membantu dalam perencanaan penjualan maupun pembelian ternak, perkiraan kebutuhan modal dan tenaga kerja, serta perkiraan penerimaan hasilnya.
Produksi dapat diatur dengan memperhatikan lamanya kebuntingan, usia penyapihan, usia pemasaran, usia penggantian induk, usia penggantian pejantan, pemilihan bibit dan pejantan, serta permintaan pasar yang bersifat musiman ataupun permintaan khusus seperti pada hari raya Haji.
Karena usia kebuntingan ternak domba adalah 5 bulan dan usia sapih pada usia 3 bulan, maka perhitungan produksi dapat didasarkan kepada angka delapan       ( 8 ) sebagai masa produksi anak bakalan.
Apabila petani memiliki 8 ekor betina dan dikawinkan pada bulan yang berurutan, maka 18 bulan kemudian yaitu delapan bulan setelah induk kawin atau 3 bulan usia ternak ditambah 10 bulan pertumbuhan, peternak dapat menjual setiap bulan, selama 5 tahun mendatang pada saat induk diganti.
Apabila peternak hanya memilik 4 ekor induk, maka penjualan dapat dilakukan setiap dua bulan sekali, demikian halnya apabila hanya memiliki 2 ekor induk maka peternak hanya mampu menjual setiap 4 bulan sekali, artinya selang waktu penjualan adalah jumlah induk yang dipelihara dibagi delapan.
Engaturan produksi dan pemasaran dapat meningkatkan penerimaan karena penjualan tergantung kepada tingkat produksi dan usia jual, serta permintaan pasar.

IV.  WAKTU YANG BAIK UNTUK MENJUAL TERNAK

Ternak kambing dan domba akan bertambah berat badannya dari hari ke hari sesuai dengan pakan yang diberikan dan jenis bibt ang digunakan. Tetapi pada suatu saat berat badan tersebut tidak akan bertambah lagi karena sudah mencapai usia dewasa. Ternak dapat dijual pada saat berat badannya tidak bertambah lagi yaitu sekitar umur ternak 1tahun.
Diusahakan tidak menjual ternak yang masih muda atau dibawah umur karena selain harganya rendah, kesempatan untuk memanfaatkan kecepatan pertumbuhan berat badan yang baik akan hilang.
Penjualan ternak dapat ditunda apabila beberapa saat lagi akan tiba hari raya Haji tetapi uga harus diperhitungkan ongkos pemeliharaan tambahan selama penundaan ini dengan kemungkinan naiknya harga ternak pada hari raya.
Penundaan penjualan ternak yang terlalu lama akan mengakibatkan kerugian, karena ongkos pemeliharaan berjalan terus sedangkan pertambahan berat badan hampir tidak ada.

V.  BEBERAPA CARA MENJUAL TERNAK

Ternak kambing dan domba dapat  dijual oleh peternak melalui berbagai cara, masing-masing cara memberikan keuntungan yang berbeda tergantung kepada banyaknya orang yang menangani penjualan. Adapun cara menjual ternak adalah sebagai berikut :
1.    Menjual langsung kepada pembeli, merupakan cara yang terbaik karena seluruh keuntungan akan diterima oleh peternak.
2.    menjual melalui blantik/bakul pasar, biasanya harus ditambah beberapa angkos pemasaran lainya selain membuang waktu yang bsa dimanfaatkan disawah atau diladang.
3.    menjual melalui blantik desa, biasanya selain harus menyisihkan nilai jual untuk pedagang perantara juga harganya akan lebih rendah lagi karena masih diperlukan ongkos sampai ke pasar.
4.    menjual ternak karena harus membayar pinjaman uang merupakan cara yang paling merugikan karena peternak melakukannya dengan terpaksa, harganya sudah ditetapkan jauh sebelumnya, dan beberapa perhitungan ongkos pemeliharan tidak bisa dilakukan.

 VI. MENINGKATKAN NILAI JUAL TERNAK
Selain berbagai cara yang telah ditempuh dalam kegiatan pemeliharaan ternak, misalnya peningkatan nilai jual ternak, dapat pula dilakukan dengan cara melihat tingkat penawaran dan permintaan.
Permintaan adalah besarnya atau banyaknya kambing dan domba yang diperlukan oleh pembeli, sedangkan penawaran adalah besarnya atau banyaknya ternak yang dihasilkan yang djual oleh petani.
Apabila permintaan lebih besar dari penawaran, biasanya harga akan naik dan sebaliknya apabila permintaan lebih kecil dari penawaran maka harga akan lebih rendah.
Permintaan ternak kambing dan domba akan tinggi pada saat menjelang hari raya, terutama Idul Adha, demikian uga pada saat petani memerlukan ternak, misalnya pada awal usim kemrau karena tanah tadah hujan kurang memberikan manfaat dan hasil bagi petan, atau pada saat awal usim hujan karena persediaan rumput yang berimpah
Penawaran akan sangat tinggi pada saat petani banyak menjual hasil tenaknya, misalnya pada awal musim hujan karena kebutuhan uang tunai untuk pengolahan tanah meningkat, atau pada awal musim kemarau karena persediaan rumput berkurang.

Dengan kenyataan demikian usahakan jangan menjual ternak pada saat petani lain juga menjual ternak, saat seperti ini mungkin baik untuk membeli ternak dan usahakan untuk menjual ternak pada kondisi tubuh ternak lagi sehat, berat badan tinggi.

Tidak ada komentar: