Click here for Myspace Layouts

Sabtu, 05 Maret 2016

KELOMPOK TANI MAMPU BERDIRI SENDIRI ?

Kebijakan pembangunan perekonomian secara Nasional diarahkan kepada sektor industri dengan bahan baku dari sektor pertanian.  Pembangunan sektor pertanian selama ini telah teruji kehandalannya, dimana pada saat krisis moneter yang lalu banyak industri ( perusahaan ) yang kolap namun beberapa sektor pertanian masih mampu bertahan bahkan memperoleh keuntungan dari adanya krisis tersebut.
Kebijaksanaan pembangunan dimasa yang akan datang tidak lagi diarahkan kepada pencapaian produksi melainkan diarahkan untuk peningkatan pendapatan yang sebesar-besarnya.  Dalam pembangunan pertanian banyak aspek yang mempengaruhinya antara lain :  kebijaksanaan pemerintah, pelayanan sarana produksi, permodalan, pembinaan yang berkesinambungan dan tentunya yang tidak kalah penting adalah pelaku dari pembangunan pertanian itu sendiri yang tidak lain petani.  Faktor-faktor tersebut harus saling terkait dalam satu kesatuan yang utuh bila ingin pembangunan
Sudah  diketahui bersama bahwa sejak Tahun 1970an bersamaan dengan dikembangkannya catur sarana  yakni : KUD, BRI Unit, Kios dan Penyuluh Pertanian pembinaan kepada petani bukan lagi secara individu melainkan secara berkelompok.  Oleh karenanya sejak tahun itu pembinaan penyuluh pertanian kepada petani dilaksanakan secara berkelompok                 ( Kelompoktani ).  Namun kita menyadari bersama bahwa walaupun kelompoktani telah dibina oleh para penyuluh pertanian selama tiga puluh tiga tahun ternyata hasilnya sangat berbeda-beda dan beragam sekali.  Sampai Tahun 2015 setelah adanya revitalisasi kelompoktani, jumlah kelompoktani di  Kabupaten Indramayu tercatat sebanyak 57 kelompoktani dengan berbagai kriteria dan hampir 80 persen berada di kelas pemula.  Walaupun dalam pembinaan diarahkan pada lima jurus kemampuan kelompoktani seperti : 
a.  Kemampuan merencanakan kegiatan untuk meningkatkan produktivitas usahatani                                dengan penerapan rekomendasi teknologi yang tepat, 
b.  Kemampuan melaksanakan dan mentaati perjanjian dengan pihak lain, 
c.  Kemampuan pemupukan modal dan pemanfaatan pendapatan secara rasional, 
d.  Kemampuan meningkatkan hubungan melembaga antara kelompoktani dengan                                    koperasi dan 
e.  Kemampuan menerapkan teknologi dan pemanfaatan informasi serta kerja sama kelompoktani yang lebih dicerminkan oleh tingkat produktivitas dari usahataninya, namun hasilnya  ada kelompoktani yang maju, ada kelompoktani yang biasa-biasa dan tidak menutup mata juga ada kelompoktani yang nama kelompoktaninya ada namun dalam kegiatannya tidak terlihat.  Kenapa setelah sekian tahun dibina malah tetap biasa saja dan  Pertanyaannya siapakah yang salah ? Pengurus Kelompoktanikah ? Pembinanya kah ?  Sistemnya yang salah ? Individu petaninya yang sudah modern sesuai dengan perkembangan    jaman ?.
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu selalu merasuki jiwa kita semua sebagai penyuluh pertanian dan menjadi bahan instrospeksi kita semua.  Image yang tertangkap mengenai kelompoktani adalah sosok organisasi yang lemah dan tanpa daya yang hanya bisa bergerak dengan mengandalkan bantuan dari Pemerintah. 
Namun kalau kita melihat kasus per kasus ternyata dari sekian kelompoktani yang ada  masih ada setitik harapan  kelompoktani yang kita idamkan.  
Bagaimana kelompoktani ini dapat berhasil menggerakan  anggota dan masyarakat ?.   Ada beberapa kiat yang membuat kelompoktani ini dapat berkembang maju antara lain : 
1.  Penumbuhan kelompoktani didasarkan atas kebutuhan mereka para anggota, 
2.  Adanya kesadaran dari para anggota untuk membayar iuran wajib setiap musim, 
3.  Adanya figur pengurus khususnya ketua kelompoktani yang dipercaya masyarakat,                        4.  Adanya pembinaan yang berkesinambungan dari pembina dan 
5.  Adanya dukungan dari Kepala Desa.  
Yang tidak kalah penting masuknya anggota tersebut bukan karena paksaan melainkan dari hasil penilaian dirinya sendiri setelah merasakan manfaat dari berkelompok.  Disamping itu niat dari pengurus yang  lebih mementingkan pada membantu sesamanya dan bukan mementingkan insentif.  


PEMBINAAN BERKELANJUTAN SEBUAH UPAYA PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI YANG MANDIRI

P E N D A H U L U A N

Menurut UUD SP3K nomor 6 tahun 2006 yang dimaksud dengan pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan yang berkelanjutan merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan pangan, papan, dan bahan baku industri; memperluas lapangan kerja dan lapangan berusaha; meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya petani, pekebun, peternak, nelayan, pembudi daya ikan, pengolah ikan, dan masyarakat di dalam dan di sekitar kawasan hutan; mengentaskan masyarakat dari kemiskinan khususnya di perdesaan; meningkatkan pendapatan nasional; serta menjaga kelestarian lingkungan.
Secara lebih khusus dan spesifik, pembangunan pertanian merupakan proses yang bertujuan untuk memperkuat posisi pelaku utama dan keluarganya serta pelaku usaha di semua lokasi sesuai dengan usahanya, agar lebih baik, lebih menguntungkan, lebih sejahtera, mandiri, terampil, dinamis, efisien dan professional, serta berdaya guna dengan tetap memperhatikan lingkungan yang terpelihara dan lestari .
Program pembangunan pertanian saat ini mengacu kepada empat sukses pembangunan pertanian yaitu : Pencapaian swasembada dan swasembada yang berkelanjutan ( padi, jagung, kedelai, tebu dan daging sapi ), Peningkatan diversifikasi pangan, Peningkatan nilai tambah, daya saing dan eksport, Peningkatan kesejahteraan petani.
Terkait dengan proses pembangunan dan khususnya pembangunan sumberdaya manusia pertanian  maka perlu dilakukan upaya pemberdayaan melaului kegiatan penyuluhan pertanian yang berkelanjutan. Dalam pemberdayaan masyarakat petani , peran penyuluh pertanian adalah secara aktif memberikan bimbingan yang berkelanjutan kepada masyarakat petani yang pada umumnya merupakan masyarakat kecil menengah ke bawah agar nantinya masyarakat dapat mandiri dalam menghadapi apa yang menjadi tantangan hidupnya dan juga ikut serta dalam mengelola dan melestarikan lingkungan, sesuai dengan pengertian penyuluhan pertanian menurut UU SP3K nomor 6 tahun 2006, Penyuluhan Pertanian adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Pemberdayaan kelompok petani merupakan sebuah model pembangunan yang sangat tepat di mana arah pembangunan berpihak pada rakyat, hal  sangat diperlukan peranserta aktif masyarakat, Petani ditempatkan bukan sebagai obyek melainkan sebagai pelaku (subyek) yang menetapkan tujuan, mengendalikan sumberdaya, dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Pembangunan yang berpihak pada rakyat akan menghargai dan mempertimbangkan prakarsa rakyat dan kekhasan masyarakat setempat, serta pengambilan keputusan secara mandiri oleh anggota masyarakat. Campur tangan birokrasi pemerintah dalam pengambilan keputusan secara bertahap mengalami pergeseran dan makin berkurang.

pemberdayaan kelompok  tani MANDIRI
Kegiatan Pembinaan kelembagaan masyarakat petani melalui kegiatan penyuluhan pertanian merupakan sebuah kegiatan dalam rangka memberdayakan masyarakat petani  agar mau dan mampu secara mandiri berperan serta dalam pengelolaan dan pelestarian lingkungan  untuk meningkatkan kesejahteraannya, karena prinsip penyuluhan diselenggarakan berasaskan demokrasi, manfaat, kesetaraan, keterpaduan, keseimbangan, keterbukaan, kerja sama, partisipatif, kemitraan, berkelanjutan, berkeadilan, pemerataan, dan bertanggung gugat. (Bab II pasal 2 UU SP3K ). Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan kelompok-kelompok tan yang mandiri. Hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam 9 indikator keberhasilan penyuluhan pertanian yaitu tumbuh kembangnya keberdayaan dan kemandirian pelaku utama dan pelaku usaha
Di dalam setiap kelompok biasanya dan sudah pasti selalu saja ada orang yang lebih dahulu memiliki informasi baru yang berguna bagi anggota lain. Mereka ini secara sadar atau tidak dapat menyampaikan informasi tersebut kepada anggota lainnya. Kelompok ini akan berfungsi sebagai kelas belajar, wahana bekerjasama, dan unit produksi. Mereka diajak belajar sambil bekerja. Hal ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi kelompok, yang akan menciptakan keakraban para anggota kelompok yang akan bermuara pada terciptanya dinamika kelompok. Pada “pendekatan mandiri” masyarakat dibina untuk mandiri melalui kemampuan memecahkan sendiri masalah yang dihadapi baik teknis, sosial maupun ekonomi dari usaha tani yang dilaksanakannya. Dalam kegiatan kelompok, kelompok dibimbing untuk belajar memecahkan masalah-masalah yang dihadapi serta dibimbing untuk membiasakan mencari kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik sehingga secara bertahap mereka akan menjadi sumber daya manusia yang berinisiatif, produktif dan berswadaya. Dengan bimbingan yang berorientasi pada pendekatan mandiri, maka kelompok dibimbing untuk dapat mengambil keputusan terhadap masalah-masalah yang mungkin dihadapi.

pemecahan masalah dan teknik-teknik pengambilan keputusan efektif , hal yang perlu dipahami oleh kelompok
Masalah dalam suatu kelompok atau dalam hubungan antar kelompok adalah sesuatu yang selalu ada dan tidak dapat dihindarkan. Masalah dalam hal-hal tertentu justru akan sangat bermanfaat bagi penciptaan perilaku kelompok yang efektif, sehingga kelompok tersebut akan lebih siap lagi jika menemui permasalahan, baik dalam permasalahan sosial, ekonomi dan teknologi yang ada.
Kelompok tani perlu dibimbing untuk dapat memahami langkah-langkah pengambilan keputusan dalam rangka memecahkan masalah internal yang dijumpai dalam kelompoknya. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
a.      Memperkirakan atau mempertimbangkan situasi atau kondisi yang sedang terjadi dalam memecahkan suatu masalah. Kelompok dapat menganalisa situasi berdasarkan informasi yang tersedia dan kemudian dapat menentukan keputusan apa yang diambil demi tercapainya tujuan kelompok.
b.      Mengidentifikasikan alternatif-alternatif ataupun dapat mengidentifikasikan apa yang ingin dicapai atau dibutuhkan oleh kelompoknya.. Suatu kelompok  biasanya akan mengidentifikasi terlebih dahulu tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Apabila tujuan ini sudah menjadi jelas barulah mulai dilanjutkan dengan menentukan alternatif atau pilihan pemecahan masalah.
c.      Mengidentifikasikan konsekuensi positif dan negatif dari alternatif-altenatif tadi. Semakin banyak alternatif yang dibangun oleh kelompok maka akan semakin baik keputusan yang nantinya akan dibuat.
d.      Mengambil keputusan. Alternatif yang paling memiliki hasil yang positif dan menguntungkan bagi kelompok atau yang paling baik dengan resiko atau konsekuensi negatif seminimal mungkin , itulah yang dijadikan dasar pengambilan keputusan

tidak semua masalah  menimbulkan  kerugian bagi  kelompok TANI, sebuah pemahaman untuk kelompok tani
Tidak semua masalah yang yang ditemui di kelompok merugikan kelompok itu sendiri, pada kejadian-kejadian tertentu masalah justru dapat bermanfaat baik bagi kelompok tani dan merupakan proses pembelajaran. Selain langkah-langkah yang telah disebutkan di muka, beberapa strategi atau teknik yang dapat dilakukan kelompok dalam menanggulangi masalah yang muncul, adalah:
a)    Pengumpulan Gagasan;
Dalam strategi pengumpulan gagasan perlu terlebih dahulu diambil asumsi bahwa semua pihak mempunyai keinginan menanggulangi masalah yang terjadi dan karenanya perlu dicarikan ukuran-ukuran yang dapat memuaskan semua pihak. Musyawarah; Dalam strategi ini terlebih dahulu harus ditentukan secara jelas apa yang sebenarnya menjadi masalah atau persoalan. Berdasarkan jelasnya persoalan itulah kemudian dilakukan pembahasan untuk mendapatkan titik temu atau kesepakatan
b)    Meminta bantuan pihak lain; Tidak jarang suatu terjadi suatu permasalahan tidak dapat dipecahkan oleh kelompok. Dalam keadaan demikian, bantuan dari pihak luar yang berkompeten terhadap masalah yang sedang dihadapi sangat diharapkan.
c)    Peningkatan interaksi dan komunikasi; Alasan penggunaan strategi ini adalah bahwa agar para anggota dapat meningkatkan interaksi dan komunikasi mereka, sehingga diharapkan mereka akan saling dapat lebih mengerti dan menghargai dasar pemikiran satu sama lainnya.
d)    Koordinasi; Koordinasi merupakan salah satu strategi bagi pemecahan masalah yang telah dikenal secara luas, yang kadang koordinasi ini mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilaksanakan.
e)    Menanamkan pemikiran kepada masyarakat petani bahwa, apa yang dipikirkan itu yang akan didapat, kalau petani berpikiran bisa hasilnya akan bisa dan kalau berpikiran tidak bisa maka hasilnya akan tidak bisa.

kondisi DAN KEADAAN YANG biasa ADA DI KELOMPOK TANI
Kondisi kelompok merupakan sikap mental dan perasaan yang secara umum ada di dalam kelompok. Faktor-faktor yang mempengaruhi suasana kelompok menurut Slamet (2003), yaitu : (1) ketegangan, (2) ramah, (3) permisif, (4) lingkungan fisik, dan (5) demokratis/ otokratis.
a.    Ketegangan; adalah situasi atau kondisi dimana kelompok berada di bawah suatu tekanan. Tekanan ini bisa berasal dari dalam kelompok maupun dari luar kelompok. Ketegangan ini kalau disikapi dengan baik dan bijaksana maka akan menjadi suatu kekuatan bagi kelompok tersebut.
b.    Ramah; Sikap yang mengedapankan perasaan keakraban terhadap orang lain serta tidak memandang rendah kepada orang lain. Sikap seperti ini perlu dikembangkan di dalam kelompok oleh anggota-anggota kelompok tersebut. Permisif; Setiap anggota kelompok diberikan kebebasan untuk mengemukakan pendapat dan ide serta diberikan kebebasan untuk melaksanakan kegiatan lain di luar kegiatan kelompok selama tidak bertentangan dengan norma atau nilai dan aturan kelompok.
c.    Lingkungan Fisik: Lingkungan dimana kelompok berada dan menjalankan aktivitas kelompok. Lingkungan ini dapat mempengaruhi kinerja anggota-anggota kelompok . Untuk itu perlu diciptakan atau ditata suatu lingkungan kerja berupa sarana dan prasarana yang memadai agar kedinamisan kelompok dapat berjalan optimal.
d.    Kecenderungan demokratisasi atau otokratisasi; Kecenderungan ini perlu dilihat secara situasional. Adakalanya seorang pemimpin kelompok bergaya demokratis adakalanya juga perlu bergaya otokratis. Hal ini tergantung dengan permasalahan yang sedang dihadapi.


( Tulisan diambil dari berbagai sumber referensi )




Rabu, 02 Maret 2016

TANAM PADI JARWO ( JAJAR LEGOWO )

Istilah Legowo yaitu Lego yang berarti luas dan Dowo yang berarti panjang, istilah tersebut kemudian diadopsi dan diterapkan pada cara tanam padi sawah sejak tahun 1996. diantara barisan tanaman padi terdapat lorong yang luas dan memanjang sepanjang barisan tanaman. seperti yang terlihat pada gambar berikut ini
didalam PTT cara tanam padi jarwo merupakan bagian dari komponen pengaturan populasi tanaman, jarwo ini dimaksudkan untuk mengatur populasi tanaman agar jumlahnya optimal. dasar pemikiran diterapkannya tanam jarwo adalah : 1. Pertumbuhan dan hasil padi yang berada dipingggir selalu lebih baik dari pada yang terletak ditengah seperti pada gambar di bawah ini
dan 2. Memudahkan petani dalam pemeliharaan terutama pada saat aplikasi pupuk dan pengendalian hama/penyakit. Istilah tanam padi Jarwo semakin populer khususnya di Indramayu, terlebih setelah menjadi bagian komponen teknologi PTT padi sawah yang dilakukan melalui kegiatan SLPTT. banyak keuntungan yang diperoleh dari sistem tanam Jarwo ini diantaranya : 1. Terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok baris tanaman yang akan memperbanyak cahaya matahari masuk kedalam rumpun tanaman padi yang dapat meningkatkan kegiatan fotosintesis tanaman. 2. Populasi tanaman meningkat sekitar 25 % 3. Seluruh barisan padi berada dipinggir. 4. Sirkulasi udara berjalan optimal. 5. Mudah dalam pemeliharaan terutama dalam rangka pemupukan dan penyiangan. 6. Dapat mengurangi populasi tikus. 7. Meningkatkan produksi 10-15 %. untuk memperoleh kelebihan dari tanam sistem Jarwo beberapa hal yang harus dilakukan : a. Dosis Pupuk ditambah 10-15 % dibanding sistem tanam tegel. b. lahan digenangi pada umur 7 HST, untuk mengurangi pertumbuhan gulma. c. Barisan Tanam searah sinar matahari. d. Menggunakan bibit muda supaya pertumbuhan anak lebih cepat. jarak tanam padi yang dianjurkan disesuaikan dengan kondisi lahan dan kesuburan tanah di masing-masing lokasi. pada lahan yang subur gunakan jarak tanam yang lebih renggang dan pada lahan yang kurang subur gunakan jarak tanam lebih rapat. sumber : berbagai sumber

Pemasaran Hasil Produksi Ternak

I.  PENDAHULUAN

Usahatani dipedesaan biasanya dilakukan dengan lahan garapan yang sangat kecil dan modal yang terbatas serta penyediaan tenaga kerja keluarga yang musiman. Sehingga pendapatan usahatani harus diatur sesuai dengan keperluas rumah tangga dengan cara usahatani campuran,
Usahatani campuran dapat menyelamatkan hilangnya pendapatan karena kegagalan panen satu jenis usaha oleh penghasilan dari jenis usaha lainya.
Usahatani campuran juga menyebarkan resiko kehilangan sumber pendapatan dari kegiatan usahatani lainnya.
Memelihara ternak sejak dahulu terbukti sangat membantu usaha tanaman pangan, selain pupuk kandang yang bermanfaat untuk tanaman, ternak juga memanfaatkan hijauan sisa hasil tanaman.
Kambing dan domba merupakan jenis ternak yang sangat cocok bagi usahatani berlahan sempit. Resiko kematian yang lebih kecil dibanding ternak besar, karena dengan modal ang sama petani bisa memiliki kambing dan domba dalam jumlah yang lebih banyak bila dibanding ternak besar.
Ternak kambing dan domba dapat menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan, mudah dipelihara, dapat dijual setiap saat, lebih cepat berkembang biak dibanding ternak besar, dapat memanfaatkan hampir semua jenis hijauan dan sisa pertanian, modal untuk kandang dan ongkos pemeliharaan yang lebih rendah.

II.  MENINGKATKAN KEUNTUNGAN USAHA

Mengenal dan mendalami suatu jenis usaha yang sedang dijalankan biasanya akan memperbesar keuntungan, karena ongkos pemeliharaan dan harapan penjualan dapat diperhitungkan sebaik-baiknya.
Untuk meningkatkan keuntungan usaha harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
  1. Usahakan mencari berbagai kombinasi penggunaan jenis pakan untuk umur ternak yang berbeda sehingga ongkos makanan ternak dapat diperkecil, misalnya kombinasi jenis pakan pada setiap musim tanam dan penggunaan sisa hasil pertanian di musim panen merupakan cara terbaik untuk menekan ongkos pakan dan penyediaannya sepanjang tahun.
  2. usahakan untuk membuat catatan tentang pemeliharaan ternak dengan sederhana tapi bermanfaat tinggi, catatan yang paling penting dalam rangka mengurangi ongkos pemeliharaan misalnya : tanggal lahir ternak,  untuk menentukan kapan ternak harus disapih dan perkiraan kapan ternak dijual, tanggal perkwinan induk untuk memperkirakan kelahiran serta besarnya penggunaan uang tunai maupun pinjaman untuk biaya tetap maupun operasional pemeliharaan.
  3. sebaiknya juga disediakan catatan tentang penambahan dan pengurangan jumlah ternak pada waktu tertentu, misalnya : penambahan ternak dapat terjadi melalui kelahiran, pembelian, penerimaan paroan, pemberian. Sedangkan pengurangan dapat terjadi karena kematian, penjualan, membayar paroan, diberikan pada orang lain, atau dikonsumsi.
  4. penggunaan catatan produksi akan dapat mengatasi keragu-raguan dalam membuat keputusan, keputusan yang baik dan terencana biasanya mendatangkan manfaat yang besar.

III.  PENGATURAN PENJUALAN MELALUI PENGATURAN PRODUKSI

Memperhatikan rencana penjualan yang teratur merupakan salahsatu cara untuk meningkatkan penerimaan dari pemeliharaan kambing-domba secara teratur pula.
Pengaturan produksi dapat membantu dalam perencanaan penjualan maupun pembelian ternak, perkiraan kebutuhan modal dan tenaga kerja, serta perkiraan penerimaan hasilnya.
Produksi dapat diatur dengan memperhatikan lamanya kebuntingan, usia penyapihan, usia pemasaran, usia penggantian induk, usia penggantian pejantan, pemilihan bibit dan pejantan, serta permintaan pasar yang bersifat musiman ataupun permintaan khusus seperti pada hari raya Haji.
Karena usia kebuntingan ternak domba adalah 5 bulan dan usia sapih pada usia 3 bulan, maka perhitungan produksi dapat didasarkan kepada angka delapan       ( 8 ) sebagai masa produksi anak bakalan.
Apabila petani memiliki 8 ekor betina dan dikawinkan pada bulan yang berurutan, maka 18 bulan kemudian yaitu delapan bulan setelah induk kawin atau 3 bulan usia ternak ditambah 10 bulan pertumbuhan, peternak dapat menjual setiap bulan, selama 5 tahun mendatang pada saat induk diganti.
Apabila peternak hanya memilik 4 ekor induk, maka penjualan dapat dilakukan setiap dua bulan sekali, demikian halnya apabila hanya memiliki 2 ekor induk maka peternak hanya mampu menjual setiap 4 bulan sekali, artinya selang waktu penjualan adalah jumlah induk yang dipelihara dibagi delapan.
Engaturan produksi dan pemasaran dapat meningkatkan penerimaan karena penjualan tergantung kepada tingkat produksi dan usia jual, serta permintaan pasar.

IV.  WAKTU YANG BAIK UNTUK MENJUAL TERNAK

Ternak kambing dan domba akan bertambah berat badannya dari hari ke hari sesuai dengan pakan yang diberikan dan jenis bibt ang digunakan. Tetapi pada suatu saat berat badan tersebut tidak akan bertambah lagi karena sudah mencapai usia dewasa. Ternak dapat dijual pada saat berat badannya tidak bertambah lagi yaitu sekitar umur ternak 1tahun.
Diusahakan tidak menjual ternak yang masih muda atau dibawah umur karena selain harganya rendah, kesempatan untuk memanfaatkan kecepatan pertumbuhan berat badan yang baik akan hilang.
Penjualan ternak dapat ditunda apabila beberapa saat lagi akan tiba hari raya Haji tetapi uga harus diperhitungkan ongkos pemeliharaan tambahan selama penundaan ini dengan kemungkinan naiknya harga ternak pada hari raya.
Penundaan penjualan ternak yang terlalu lama akan mengakibatkan kerugian, karena ongkos pemeliharaan berjalan terus sedangkan pertambahan berat badan hampir tidak ada.

V.  BEBERAPA CARA MENJUAL TERNAK

Ternak kambing dan domba dapat  dijual oleh peternak melalui berbagai cara, masing-masing cara memberikan keuntungan yang berbeda tergantung kepada banyaknya orang yang menangani penjualan. Adapun cara menjual ternak adalah sebagai berikut :
1.    Menjual langsung kepada pembeli, merupakan cara yang terbaik karena seluruh keuntungan akan diterima oleh peternak.
2.    menjual melalui blantik/bakul pasar, biasanya harus ditambah beberapa angkos pemasaran lainya selain membuang waktu yang bsa dimanfaatkan disawah atau diladang.
3.    menjual melalui blantik desa, biasanya selain harus menyisihkan nilai jual untuk pedagang perantara juga harganya akan lebih rendah lagi karena masih diperlukan ongkos sampai ke pasar.
4.    menjual ternak karena harus membayar pinjaman uang merupakan cara yang paling merugikan karena peternak melakukannya dengan terpaksa, harganya sudah ditetapkan jauh sebelumnya, dan beberapa perhitungan ongkos pemeliharan tidak bisa dilakukan.

 VI. MENINGKATKAN NILAI JUAL TERNAK
Selain berbagai cara yang telah ditempuh dalam kegiatan pemeliharaan ternak, misalnya peningkatan nilai jual ternak, dapat pula dilakukan dengan cara melihat tingkat penawaran dan permintaan.
Permintaan adalah besarnya atau banyaknya kambing dan domba yang diperlukan oleh pembeli, sedangkan penawaran adalah besarnya atau banyaknya ternak yang dihasilkan yang djual oleh petani.
Apabila permintaan lebih besar dari penawaran, biasanya harga akan naik dan sebaliknya apabila permintaan lebih kecil dari penawaran maka harga akan lebih rendah.
Permintaan ternak kambing dan domba akan tinggi pada saat menjelang hari raya, terutama Idul Adha, demikian uga pada saat petani memerlukan ternak, misalnya pada awal usim kemrau karena tanah tadah hujan kurang memberikan manfaat dan hasil bagi petan, atau pada saat awal usim hujan karena persediaan rumput yang berimpah
Penawaran akan sangat tinggi pada saat petani banyak menjual hasil tenaknya, misalnya pada awal musim hujan karena kebutuhan uang tunai untuk pengolahan tanah meningkat, atau pada awal musim kemarau karena persediaan rumput berkurang.

Dengan kenyataan demikian usahakan jangan menjual ternak pada saat petani lain juga menjual ternak, saat seperti ini mungkin baik untuk membeli ternak dan usahakan untuk menjual ternak pada kondisi tubuh ternak lagi sehat, berat badan tinggi.